Sistem perajin

1. Digunakan pada kurun waktu tahun 1600-1700.

2. Sebagian besar adalah perusahaan kecil bidang kerajinan.

3. Diawasi oleh kepala perajin dengan sekelompok pekerja yang melakukan pekerjaan sejenis.

4. Sistem ini berlangsung kurang lebih 200 tahun, karena mengalami perkembangan jaman, mulai diperkenalkan mesin menuju revolusi industri.

Manajemen ilmiah

  1. Berkembang di era 1900-an, dengan konsep meningkatkan produktivitas pekerja dengan spesialisasi seiring meningkatnya kemampuan mesin-mesin produksi.
  2. Salah satu pakarnya adalah Frederick Taylor, yang selalu berekperimen membuat sesuatu lebih efesien.
  3. Manajer pada era tersebut berusaha untuk mengangkat efisiensi dengan cara sedemikian rupa seperti desain pabrik, tata letak pabrik, penelitian gerak dan waktu.
  4. Dikritik karena memperlakukan pekerja seperti alat produksi.

Hubungan manusia

  1. Berawal dari penelitian di Hawtorn Works Chicago oleh Mayo dan Roethlisberger pada era 1920-1930.
  2. Temuan penelitian itu menyimpulkan interaksi dan perhatian yang dicurahkan periset dapat meningkatkan produktivitas.
  3. Produktivitas ditentukan juga oleh faktor sosial dan faktor psikologis.
  4. Perasaan, emosi dan sentimen karyawan dipengaruhi oleh hubungan kelompok, gaya kepemimpinan dan dukungan manajemen.
  5. Organisasi karyawan disikapi sebagai sebuah sistem sosial

Sains perilaku

  1. Sains Perilaku.
  2. Muncul sebagai dampak meluasnya pemikiran mahzab hubungan manusia.
  3. Lebih terfokus pada organisasi dari pada individu.
  4. Banyak mengkaji bagaimana tempat kerja mempengaruhi individu dan sebaliknya.

Fungsi sumberdayamanusia

  • Semakin berkembangnya jaman, semakin kompleks permasalahan satu organisasi.
  • Untuk mengatasi kesulitan tersebut, dibentuklah bagian-bagian yang mengurusi pendelegasia wewenang dari manajer, khususnya bagian sumber daya manusia.
  • Setiap bagian tadi berkembang menjadi fungsi dari unit SDM yang mempunyai tanggung jawab dan seprangkat tugas yang berkaitan dengan internal dan ekternal perusahaan

sumber : Henry Simamora, ” Manajemen Sumber Daya Manusia”, Penerbit STIE YKPN, Edisi III, tanpa tahun